Login | Registrasi

Mengenal Lebih Dekat Fungsi Dari Komponen Boiler

  • 26 Oktober 2016
  • 13:21:40
  • bintang
  • Produk

Furnance adalah tempat pembakaran bahan bakar yang nantinya akan menghasilkan panas yang akan ditransfer melalui pipa-pipa air ketel yang menempel pada dinding tungku pembakaran yang berguna untuk menerima panas yang dihasilkan dari proses pembakaran.

Tungku Pembakaran (Furnance)

Furnance adalah tempat pembakaran bahan bakar yang nantinya akan menghasilkan panas yang akan ditransfer melalui pipa-pipa air ketel yang menempel pada dinding tungku pembakaran yang berguna untuk menerima panas yang dihasilkan dari proses pembakaran. Ada tiga proses perpindahaan panas yang dihasilkan katel uap yaitu melalui pancaran panas pada dinding ketel uap (Radiasi), hantaran (Konduksi), dan melalui singgungan terhadap yang panasnya akan menyeluruh kebagian air. Furnance sendiri terbagi menjadi dua ruang, yang pertama adalah ruang yang menerima langsung panas yang dihasilkan. Sedangkan ruang kedua yang berada diatas menerima uap panas yang dihasilkan dari pembakaran ruang pertama.

Steam Drum

Bagian ini merupakan tempat terbentuknya uap yang dikelilingi sekat-sekat penahan  butir-butir air yang bertujuan untuk meminimalisir air yang terbawa oleh uap. Tabung itu terletak pada bagian atas yang berisikan air dan uap dengan perbandingan yang sama antara air dan uap yaitu 50 : 50.

Water Drum

Drum yang berada di bagian bawah ini berfungsi sebagi penghubung pipa-pipa ketel yang dari pisteam drum. Selain itu Water drum juga memiliki peranana sebagai tempat pengendapan kotoran yang berada di air dalam ketel yang tidak menempel pada dinding ketel melainkan yang terlarut dan mengendap.

Pemanasan Lanjut (Super Heater)

Seperti namanya, Super Heater merupakan proses lanjutan untuk mengeringkan uap yang dihasilkan dari steam drum karena masih dalam keadaan basah sehingga tidak dapat dipergunakan. Maka dari itu, dalam proses ini akan dilakukan proses pemanasan dengan Super Heater Pipe dengan suhu berkisar antara  260° -  350°C hingga uap menjadi kering dan dapat menggerakan turbin dan keperluan lainnya.

Air Heater

Komponen ini cukup berperan dalam menciptakan proses pembakaran yang sempurna. Komponen ini berfungsi untuk memanaskan udara yang akan dihebuskan setelah melalui Air Heater. Sebelum melewati air heater, udara memiliki suhu yang sama atau suhu normal yaitu 38°C namun setelah melalui air heater suhunya akan meningkat menjadi 230°C sehingga dapat menghilangkan kandungan air dalam udara yang dihembuskan untuk proses pembakaran.

Pengumpul Abu (Dust Collector)

Dust Collector adalah alat pengumpul abu atau penangkap abu yang berada sepanjang aliran gas pembakaran bahan bakar hingga gas buang. Dalem menggunakan Dust Collector ada beberapa keuntungan yang didapatkan diantaranya adalah gas buang menjadi bersih, sehingga tidak mengganggu pencemaran udara serta tidak menjadikan kerusakan alat-alat bantu lainnya.

Air Seal Damper

Air seal damper merupakan komponen boiler yang terdiri dari dua buah damper yang berada dibagian atas dan bawah yang berfungsi ganda membuka dan menutup secara bergantian untuk mengeluarkan abu pada Dust collector dan mencegah udara luar untuk tidak masuk akibat tarikan I.D.F.

Katup Pengaman (Safety Valve)

Katup pengaman ini berfungsi membuang uap apabila tekanan yang dihasilkan melebihi tekanan yang telah ditentukan pada saat pengaturan katup. Umumnya, pengaturan tekanan katup uap basah (Saturated Steam) sebesar 21 Kg/cm2. Sedangkan pada katup pengaman uap kering sebesar 20,5 Kg/cm2.

Gelas Penduga (Sight Glass)

Gelas penduga merupakan alat  yang berfungsi untuk melihat ketinggian air dalam drum atas serta memudahkan pengontrolan air dalam ketel selama operasi berlangsung. Gelas penduga atau (Sight Glass) ini juga dilengkapi dengan alat pengontrolan air otomatis yang akan membunyikan bell dan menyalakan lampu bewarna merah saat kekurangan air dan akan menyala lampu bewarna hijau disertai bell pada saat muatan air melebihi batas.

Blowdown Continue

Pada komponen ini berfungsi untuk membuang air ketel yang dilakukan secara terus menerus. Hal itu dilakuan jika terdapat zat-zat yang tidak larut. Seperti terjadi buih atau busa pada permukaan air ketel yang mengganggu peranan gelas penduga. Selain itu Blowdown Continue juga berfungsi menurunkan electric conductivity yang terkandung pada air ketel.


Sumber : Tabloid Steel Indonesia



Artikel Lainnya