Login | Registrasi

Wow Bangun Rumah Hanya 24 jam !!

  • 05 Desember 2016
  • 21:07:26
  • dedipe
  • Teknologi

Teknologi robot memang bukan hal baru, karena selama beberapa dekade telah mampu merevolusi industri mobil, dan digunakan sebagai piranti rumah tangga dalam membersihkan debu atau bahkan untuk menjelajalah luar angkasa.

Teknologi robot memang bukan hal baru, karena selama beberapa dekade telah mampu merevolusi industri mobil, dan digunakan sebagai piranti rumah tangga dalam membersihkan debu atau bahkan untuk menjelajalah luar angkasa. Namun, teknologi robot untuk keperluan industri perumahan,masih harus banyak dikembangkan.

Adalah sekumpulan peneliti dari University of Southern California, berhasil mengembangkan teknologi printer tiga dimensi (3D) raksasa untuk kepentingan membangun hunian dua lantai hanya dalam waktu 24 jam.

Menggunakan teknologi fabrikasi (pencetakan) lapisan per lapisan (layer) yang disebut sebagai Contour Crafting, diciptakan oleh Prof. Behrokh Khoshnevis. Beliau adalah seorang ahli dalam bidang industrial dan system engineering. Pada awalnya, teknologi ini dipahami sebagai metode untuk membangun cetakan di sektor industri manufaktur.

Namun, Khoshnevis memutuskan mengadaptasi teknologi ini untuk industri perumahan sebagai cara yang cepat, tepat, dan efisien guna membangun kembali hunian setelah hancur diterjang bencana alam, seperti gempa bumi dahsyat yang telah melanda negerinya di Iran, beberapa tahun lalu.

Teknologi tersebut menggunakan derek yang dikendalikan komputer untuk membangun rumah dengan cepat dan efisien serta secara substansial mereduksi proses pembangunan manual.

Teknologi ini menggunakan pengaturan serba cepat dengan perhitungan presisi yang tepat, material seperti beton dibentuk menjadi dinding lapis demi lapis hingga kemudian diakhiri pembentukan lantai dan langit-langit yang ditempatkan sesuai modul dengan menggunakan derek (crane).

Konsep konstruksi ini memungkinkan penyisipan komponen struktural, pipa, kabel, utilitas, dan bahkan perangkat konsumen seperti system audio visual ke dalam lapisan tersebut.

Di Tiongkok, sebuah perusahaan bernama WinSun telah berhasil mencetak 10 bangunan rumah hanya dalam waktu 24 jam saja. Dengan menggunakan printer 3D berukuran 10x6,6 meter yang dapat menyemprotkan lapis demi lapis bahan campuran semen dan limbah bangunan sampai berdiri sebuah rumah yang diinginkan. Sedangkan di Amsterdam, para arsitek Belanda menggunakan bahan campuran bio plastik yang mengandung 75% minyak nabati yang diperkuat dengan mikrofiber yang dapat didaur ulang, sehingga mampu menekan biaya pengeluaran, dan yang terpenting adalah ramah lingkungan, karena membangun rumah menggunakan printer 3D ini  tidak meninggalkan limbah. Lain lagi di Italia.

Sebuah perusahaan bernama WASP (World’s Advanced Saving Project), telah mengembangkan printer 3D untuk membangun rumah dengan material lumpur. Massimo Moreti (Direktur WASP) terinspirasi oleh lebah yang membuat sarangnya dengan bahan lumpur, sehingga muncul ide untuk menciptakan printer 3D ini. Tahun ini, WASP berencana membuat rumah berukuran sesungguhnya di Sardinia (Italia), dengan menggunakan lumpur dan serat wool sebagai bahan pengikatnya.

Hanya saja produk 3D ini masih harus diselidiki lebih lanjut. Oleh karena itu, University of Southern California kemudian membentuk sebuah tim peneliti multidisiplin yang relatif besar. Penyelidikan ini dilakukan terhadap kemungkinan penerapan teknologi dalam pembangunan struktur sipil modern, pembangunan struktur di bulan dan Mars, dan seni rupa pada penciptaan patung keramik besar.

Aplikasi mesin 3D ini tak hanya memudahkan pekerjaan konstruksi, melainkan juga hemat ongkos konstruksi. Terlebih untuk pembangunan rumah-rumah darurat korban bencana. Kita tunggu saja kehadiran teknologi ini di Indonesia.


Sumber : steelindonesianews



Artikel Lainnya