Login | Registrasi

Anjungan Lepas Pantai Struktur Besi Baja Terapung

  • 08 Desember 2016
  • 12:12:33
  • dedipe
  • Teknologi

INDONESIA bukan hanya kaya dengan minyak di wilayah daratan.

INDONESIA bukan hanya kaya dengan minyak di wilayah daratan. Kandungan minyak dan gas bumi yang terkandung di laut atau lepas pantai juga memiliki potensi yang cukup besar. Laut dikawasan Kepulauan Natuna misalnya, menurut data Kementerian ESDM, memiliki cadangan gas alam terbesar di kawasan Asia Pasifik.  Di sana tersimpan cadangan gas alam dengan volume sebesar 222 triliun kaki kubik (TCT). Selain itu, gas hidrokarbon  yang bisa ditambang mencapai 46 TCT.

Tapi bukan potensinya yang dibahas kali ini, melainkan teknologi seperti apa yang dilakukan untuk menyedot minyak atau gas alam di dasar laut. Sebab, mengambilnya tentu saja diperlukan suatu pera­latan (struktur) pendukung dengan teknologi yang maju yang dapat bertahan dari ganasnya terjangan gelombang laut. Anjungan lepas pantai adalah struktur atau bangunan yang dibangun di lepas pantaiuntuk mendukung proses eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang (minyak dan gas bumi). Karena keseluruhan bangunan itu disebut anjungan, maka di dalamnya ada mesin pengebor  yang biasa disebut rig.

Pekerjaan penambangan minyak dan gas bumi, hampir dipas­ tikan akan menelan biaya besar,teknologi tinggi, dan juga terkait dengan berbagai kepentingan. Pendek kata, pekerjaan penamban­gan merupakan  suatu mega proyek, dari sisi investasi dan wujud fisik struktur yang ditangani. Dari sisi struktur, ada beberapa jenis anjungan lepas pantai. Misalnya, Fixed Platform Yakni anjungan yang dibangun  di atas kaki baja (Jacket leg) atau beton yang tertanam langsung ke dasar laut, menopang bangunan atas anjungan. Platform ini biasanya dilakukan untuk jangka waktu pengeboran yang cukup lama.

Kaki baja (Jacket leg) bagian vertikaltersusun dari baja tubular, dan biasanya dipaku bumi ke dasar laut. Fixed platform layak secara ekonomi untuk instalasi  di kedala­man air hingga sekitar 1.700 kaki (520 m). Kemudian ada jenis Compliant Tower,yakni platform besi baja yang terdiri dari menara fleksibel ramping dan pondasi tiang yang mendukung dek konvensional untuk operasi pengeboran dan produksi. Compliant tower dirancang untuk mempertahankan defleksi dan beban lateral yang signifikan di kedalaman air 1.200 sampai 3.000 kaki(370-910 m). Selanjutnya ada juga yang disebut Semi Submersible Platform. Platform ini memiliki lambung (kolom dan ponton) apung yang cukup membuat struktur untuk mengapung (seperti kapal),tetapi juga cukup berat untuk menjaga struktur tetap tegak dan stabil. Platform yang kebanyakan terbuat dari besi baja ini dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, dapat dinaikkan atau diturunkan dengan mengubah jumlah air di tangki apung sebagai penyeimbang.

Tiga Tahap Pembangunan, Secara umum terdapat tiga tahap pembangunan anjungan lepas pantai. Tahap pertama yaitu fabri­kasi anjungan yang dilakukan di daratan. Tidak jarang jarak antara tempat fabrikasi dan lokasi akhirnya (tempat beroperasinya), sangatlah jauh, dapat berupa lintas negara maupun lintas benua. Contoh anjungan TLP West Seno. Struktur utamanya (bagian kolom dan ponton) dibangun di perusahaan Hyundai Heavy Industry, Korea Selatan,sedangkan lokasi operasinya terdapat di Selat Makasar, Indonesia. Teknik pabrikasi dilakukan berdasarkan  modul-modul. Biasanya terbagi alas modul struktur utama anjungan dan modul bagian bangunan atas (topside). Khusus untuk jenis struktur semi terapung (TLP,SPAR, FPSO dan lain-lain), masih terdapat modul atau sub-struktur lainnya berupa bagian struktur sistem tambatnya. Tahap berikutnya adalah proses transportasi atau pengangkutan. Proses ini meliputi pemindahkan struktur utama anjungan (umumnya bagian hull) ke lokasi akhir tempat instalasinya.

Fasilitas utama yang diperlukan dalam proses ini adalah sebuah kapal angkut khusus atau tongkang (barge) yang memiliki daya apung besar untuk menopang struktur dan membawanya ke lokasi instalasi di lepas pantai. Sebelum diangkut, ada proses peluncuran (loadout), yaitu proses pemindahan dan peletakan struktur ke atas kapal angkut atau tongkang, dengan bantuan derek angkat atau bila memungkinkan memanfaatkan daya apung struktur atau sub-struktur yang akan diangkut itu sendiri. Meski terkesan sekedar memindahkan ke kapal angkut. Tahapan ini tergolong berisiko tinggi karena stabilitas kapal angkutnya harus diperhitungkan  dengan cermat. Selain itu juga harus dilakukan proses pengikatan sementara (tiedown) selama transportasi. Kegagalan pada proses ini dapat mengakibatkan jatuhnya struktur ke dalam laut selama pengangkutan dan tidak menutup kemungkinan kegagalan tersebut bisa terjadi pada saat proses loadout. Tahap berikutnya adalah  tahap pemasangan anjungan di lokasi pengeboran. Modul modul yang dibuat ketika pabrikasi, mulai dipasang satu persatu seperti menyusun puzzle. Namun bagian yang cukup kritis adalah ketika anjungan topside dipasang di tiang-tiang pengeboran.

Selain itu faktor cuaca harus diper­hitungkan. Lantaran jika dipaksakan dipasang ketika gelombang atau angin kencang dapat menyebabkan kegagalan proses pemasangan. Bahkan dapat berakibat fatal karena dapat mencederai pekerjanya. Besi Baja di Anjungan Lepas Pantai, Anjungan lepas pantai menurut strukturnya, mencakup hampir seluruhnya  terbuat dari besi baja yaitu sekitar 70% hingga 90%. Berat besi baja yang dipakai dalam anjungan lepas pantai bervariasi tergantung platform. Namun dapat dipastikan, semua anjungan lepas pantai berbobot mati lebih dari 500 ton. Selain itu,tidak ada bahan besi baja yang terbuat dari besi baja kelas rendahan (banci)  semua besi baja yang digunakan adalah besi baja kualitas terbaik. Bahkan untuk struktur tertentu terbuat dari besi baja tahan air dan karat. Kekuatan besi baja dalam anjungan lepas pantai bukan hal main-main. Misalnya untuk struktur topside. lni tentu harus digunakan besi baja bermutu tinggi lantaran topside juga digunakan untuk ruang kerja atau lalu lintas alat berat lainnya.


Sumber : Tabloid Steelindonesia



Artikel Lainnya