Login | Registrasi

Underwater Welding Antara Teknologi dan Ketrampilan

  • 09 Desember 2016
  • 14:08:37
  • dedipe
  • Teknologi

PembangunanĀ infrastruktur bukan hanya terjadi di permukaan darat. Indonesia yang sebagian besar wilayahnya diliputi perairan, juga membangun banyak infrastruktur di bawah laut. Misalnya jaringan telekomunikasi, gas, atau minyak bumi.

Pembangunan infrastruktur bukan hanya terjadi di permukaan darat. Indonesia yang sebagian besar wilayahnya diliputi perairan, juga membangun banyak infrastruktur di bawah laut. Misalnya jaringan telekomunikasi, gas, atau minyak bumi.

Teknologi pengelasan basah bawah air (Underwater Welding) adalah pengelasan yang dilakukan di bawah air, umumnya laut. Sebenarnya, pengelasan di darat merupakan prioritas sedangkan pengelasan bawah air hanya alternatif bila tidak memungkinkan dikerjakan di darat. Misalnya, jika kerusakan pada jaringan pipa baja bawah laut dan pipa baja tersebut sulit diangkat ke daratan, maka pengelasan di bawah laut adalah jalan keluarnya.

Keahlian Khusus

Kukuh Pamungkas (41), seorang welder (pengelasan) bawah laut ketika berbincang dengan Tabloid Steelindonesia mengisahkan bagaimana cara kerja dan teknologi pengelasan di bawah laut.

Pada dasarnya, menurut Kukuh, pengelasan dibawah laut hampir sama dengan pengelasan di darat. Bedanya, pengelasan di bawah laut menggunakan alat las khusus yang memang bisa digunakan di bawah air. Perbedaan selanjutnya adalah ketrampilan menyelam. Seorang pengelas bawah laut harus memiliki syarat lulus uji menyelam, "Bukan sekedar pandai berenang, tapi juga harus menguasai teknik menyelam," ujarnya.

Pengelas bawah laut harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh API (Asosiasi Pengelasan Indonesia) atau biasa di kenal dengan Indonesian Welding Society. Selain itu yang tidak kalah penting juga sertifikasi sebagai penyelam. Lokasi pendidikan keahlian pengelasan di bawah air pertama di Indonesia yang masih langkah itu berada di Solo Techno Park dengan masa pelatihan 2-3 bulan. kurikulumnya mengacu pada Manhein University Jerman dengan fasilitas lengkap seperti mesin las octogen, MIG/MAC/TIG, electric (MMA) perlengkapan las bawah air (UW), mesin uji radiografi, tensile test, impact, magnetic test, dye penetrant test dan X-ray test.

Metode pengelasan pada pengelasan Bawah Air

Ada dua metode pengelasan di bawah laut, yaitu pengelasan basah (West Underwater Welding) dan pengelasan kering (Dry underwater Welding). Pengelasan basah berlangsung dalam keadaan basah dalam arti bahwa elektrode maupun benda berhubungan langsung dengan air. Aplikasi pengelasan sampai kedalaman 150 m.

Metode pengelasan memerlukan welder yang memiliki keahlian menyelam dan memerlukan pakaian selam. Kendalanya gelembung gas yang terjadi selama proses pengelasan akan sangat mengganggu pengamatan welder tersebut. Adapun proses pengelasan yang dipakai biasanya SMAW dan FCAW. Shielded Metal Arc Welding (SMAW) adalah proses pengelasan dengan mencairkan material dasar yang menggunakan panas dari listrik antara penutup metal (elektroda).

Kemudian Flux Cored Arc Welding (FCAW) merupakan las busur listrik fluk inti tengah. Sumber energi pengelasan dengan menggunakan alur listrik AC atau DC dari pembangkit listrik atau melalui trafo dan rectifier.

"Cara pengelasannya SMAW dan FCAW hampir sama, bedanya adalah dari sumber listrik dan peralatan yang dipakai, " tukas Kukuh. Selanjutnya metode pengelasan kering (Dry Underwater Welding) yang metodenya tidak berbeda dengan pengelasan udara terbuka. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan Dry Hperbaric Weld Chamber atau ruang kedap air layaknya desain kapal selam.

Aplikasi pengelasan sampai kedalaman 150 m kebawah. Seorang welder/diver sebelum menjalankan tugas ini tidak boleh langsung terjun pada kedalaman yang dituju, tetapi harus menyesuaikan tekanan yang terjadi pada kedalaman tertentu.

Gaji Besar

Menurut Kukuh, sistem pengelasan di bawah laut paling sedikit melibatkan lima orang, yaitu satu orang pengawas, satu orang operational engine, satu orang petugas medis, satu orang pendamping supervisor dan satu orang tukang las. Kemampuan selam dasar sangat dibutuhkan. Apalagi jika jam selam sudah banyak, Hal-hal tersebut diperlukan karena kemampuan menguasai medan dan ketenangan dalam menghadapi masalah menjadi faktor penting bekerja di bawah risiko yang tinggi.

Ada risiko-risiko yang harus dihadapi para welder. Misalnya electrical shock atau kesetrum, meledaknya tabung gas untuk mengelas, serta terhirupnya gas nitrogen yang digunakan untuk mengelas oleh welder, merupakan contoh dari risiko para pengelas bawah air.

Tapi risiko ini sebanding dengan gaji yang ditawarkan. Untuk welder yang baru lulus dari pelatihan saja sudah dihargai Rp 600 ribu untuk satu jam pengelasan. Sedangkan untuk mereka yang sudah berpengalaman sekitar 2-3 tahun, bayarannya mencapai Rp 2,4 juta per jam pengelasan.

Dengan tingginya aktivitas pengelasan di bawah laut, kabarnya, penghasilan per bulan seorang welder pemula bisa mencapai Rp 10 juta. Sedangkan yang sudah berpengalaman bisa meraup penghasilan Rp 300 juta sebulan. Berminat?


Sumber : Tabloid Steelindonesia



Artikel Lainnya