Login | Registrasi

Mengenal Advanced High Strength Steel

  • 27 Desember 2016
  • 17:36:57
  • dedipe
  • Lainnya

Teknologi besi dan baja terus dikembangkan oleh para peneliti untuk dapat bersaing dengan berbagai material seperti plastik dan komposit yang diproyeksikan akan menggantikan peran besi dan baja.

Teknologi besi dan baja terus dikembangkan oleh para peneliti untuk dapat bersaing dengan berbagai material seperti plastik dan komposit yang diproyeksikan akan menggantikan peran besi dan baja. Namun hingga saat ini, baja masih belum tergantikan terutama pada industri otomotif. Seiring dengan tuntutan penghematan bahan bakar, para perancang kendaraan roda empat pun terus berfikir untuk mengurangi bobot kendaraan mereka tanpa mengurangi indikator keselamatan berupa crash performance. Salah satu cara nya adalah menggunakan AHSS pada komponen struktur bodi mobil karena mempunya kombinasi sifat kekuatan tarik (tensile strength) dan keuletan (ductility) yang tinggi.

AHSS adalah baja mutakhir yang dirancang memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan baja konvensional, hasil dari perpaduan berbagai unsur tambahan. Pada umumnya baja konvensional seperti carbon steel memiliki kekuatan tarik berkisar 300 MPa, sedangkan AHSS memiliki kekuatan tarik mencapai 1200 MPa. Saat ini ada beberapa produk AHSS yang terdapat di pasar global seperti DP (Dual Phase) Steel, TRIP (transformation induced plasticity) steel, HSLA (high strength low alloy) steel, CP (complex phase), martensitic steel dan TWIP (twinning induced plasticity) steel. Salah satu produsen baja terbesar di dunia, POSCO Korea, bekerjasama dengan Pohang University of Science and Technology (POSTECH) untuk mengembangkan AHSS yang berfokus pada DP, TWIP dan TRIP steel.

 Gambar 1, merupakan perbandingan kurva stress-strain pada carbon steel, HSLA dan DP steel. Dapat terlihat perbedaan yang sangat mencolok pada kekuatan tarik maksimum antara carbon steel dan DP steel yang mencapai dua kali lipat. Hal tersebut terjadi karena perbedaan komposisi fasa yang menyusun kedua jenis steel. Carbon steel hanya memiliki fasa pearlite yang tersusun dari ferrite dan cementite. Sedangkan DP steel mempunyai dua fasa yaitu ferrite dan martensite. Fasa martensite lah yang menyumbang peningkatan kekuatan tarik DP steel dan ferrite yang menjaga nilai keuletan.

Fasa martensite didapatkan dengan transformasi fasa austenite dengan cara perlakuan panas (heat treatment) dan atau dengan mechanical deformation. Fasa austenite dapat terbentuk karena penambahan unsur Mangan (Mn) pada AHSS. Pada DP steel, fasa martensite terjadi karena perlakuan panas pada proses produksinya, sedangkan pada TWIP dan TRIP, fasa martensite juga timbul karena mechanical deformation dan twinning process. Kunci pengembangan steel kedepannya adalah dengan penambahan paduan (alloying) dan transformasi fasa pada mikrostrukturnya.


Sumber : Tabloid Steelindonesia



Artikel Lainnya