Login | Registrasi

Cara pembuatan, bahan dan software pada rangka baja ringan

  • 26 Agustus 2017
  • 11:51:31
  • 4
  • Produk

Baja ringan dibuat dari lembaran baja atau pelat baja tipis yang dipotong-potong danĀ  terbuat dari baja murni kemudian dibentuk dengan mesin roll-forming.

Proses pembuatan

Baja ringan dibuat dari lembaran baja atau pelat baja tipis yang dipotong-potong dan  terbuat dari baja murni kemudian dibentuk dengan mesin roll-forming. Proses pengerjaan dilakukan dalam kondisi dingin, sehingga sering dikenal dengan nama baja canai dingin (cold-formed atau cold-rolled. Proses rolling kompres dan membentang baja, pemberian gaya atau tegangan terjadi  dalam proses tersebut. Sedangkan  kekakuan didapat dari proses memberi tekukan (pemberian gaya) itulah sebabnya mengapa baja ringan mempunyai mutu tinggi. Sedangkan baja yang biasa dibentuk dalam keadaan masih panas dinamakan baja canai panas (hot-rolled).

Pada pemakaian baja cold-formed di Amerika untuk struktur bangunan sudah berkembang sejak lima decade yang lalu atas dukungan AISI ( American Iron and Steel Institute). Sejak itu baja canai dingin banyak digunakan untuk struktur bangunan, baik struktur sekunder, misalnya sebagai kerangka dinding/partisi maupun struktur primer, misalnya rangkat atap (truss) dan rangka utama bangunan (frame).

Keunggulan pemakaian baja ringan tersebut didukung oleh profesionalisme dan pelaksanaan di lapangan yang ditangani oleh perusahaan spesialis, sehingga struktur baja ringan ini merupakan satu alternatif yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan.

Bahan Baku

Kualitas bahannya harus memenuhi syarat. Baja ringan diproduksi melalui proses pendinginan (cold steel) dalam berbagai kelas (grade). Bentuknya gulungan (roll) tipis yang kemudian dibuat profil-profil dengan berbagai ketebalan. Persyaratan bahan material struktur rangka atap :

·                     Baja mutu tinggi G550

·                     Tegangan leleh minimum (minimum yield strength) : 550 Mpa

·                     Modulus elastisitas : 2,1 x 105 MPa

·                     Modulus geser : 8 x 104 Mpa

Jika lebih dari G550 profil terlalu tebal dan berat. Sebaliknya, kalau kurang terlalu ringan dan mudah melengkung atau patah. Sampai sekarang belum ada standar baku yang menjamin bahan yang dipakai produsen benar-benar baja G550. Yang bisa kita lakukan hanya meminta sertifikat yang mencantumkan grade baja yang digunakan dan otoritas yang menerbitkan sertifikat. Paling tidak dengan sertifikat itu kita punya kontrol pengendalian mutu untuk mengajukan klaim bila terjadi sesuatu pada rangka atap.

Saat diprofil baja di-coating lagi dengan lapisan anti karat dan korosi seperti zinc, galvanis, alumunium, atau magnesium. Di sini yang perlu diperhatikan bukan bahan coating tapi ketebalannya. Tebal coating galvanis misalnya, minimal 180 gr/m2 dan zinc alumunium 150 gr/m2.

Lapis anti karatnya adalah lapis Zincalume dengan komposisi 55% aluminium, 43,5% seng dan 1,5% silicon alloy, mempunyai ketahanan yang superior terhadap korosi air garam hingga 4 kali dibandingkan dengan baja lapis galvanis. Namun kurang tahan terhadap korosi adukan semen dibanding galvanis.

Galvanis umumnya dikembangkan berdasarkan konsep pelapisan (barrier protection), yaitu melapisi baja dengan material logam lain yang sangat tahan terhadap korosi, namun ada juga yang dikembangkan dengan metode katoda. Lapisan pelindung umumnya berkomposisi 98% Zinc dan 0.2 Al. Galvalume merupakan sebutan lain dari Zincalume, menggunakan konsep dasar perlindungan eloktrolisa atau reaksi pengorbanan diri (sacrificial) dari suatu logam (zinc) untuk melindungi logam lain (baja). Selain itu, metode ini juga dilengkapi dengan lapisan pelindung (barrier) berupa Al untuk menghentikan seandainya terjadi korosi. Komposisi terbaiknya adalah 55% Al, – 43.5% Zinc – 1.5% Silikon.

Software

Pemasangan rangka baja ringan menggunakan baut/sekrup (screw). Tapi, itu tidak berarti profil bisa dirangkai begitu saja. Kita perlu merancang terlebih dahulu bentuk rangka atap serta menghitung jenis dan jumlah profil yang dibutuhkan, berdasarkan desain atap, kemiringan, jenis dan ukuran genteng, kecepatan angin, curah hujan, jenis dan berat plafon, rencana pembebanan, dan lain-lain.

Perhitungan bisa dilakukan secara manual. Tapi selain rumit dan butuh waktu lama, hasilnya belum tentu akurat. Sebab itu perlu bantuan perangkat lunak (software) komputer untuk menghitung. Dengan software kita tahu bentuk rangka atap yang paling tepat untuk sebuah rumah, dapat membuat perhitungan lebih akurat dan pemasangannya lebih cepat. Memakai sembarang software akan menyebabkan kekurang akuratan input dan output yang dihasilkan. Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas sistem yang terpasang di lapangan.

Sebagai informasi, beberapa pemain besar rangka baja ringan di Indonesia sudah memakai software khusus untuk perhitungan analisa struktur dan output shop drawingnya. Perhitungan yang tepat menjamin kekuatan sistem rangka atap. Intinya bahan boleh sama, tapi tidak ada desain yang sama untuk semua rumah. Jadi, pastikan selain terjamin kualitas bahannya, produk dilengkapi software khusus. Smartruss misalnya, memakai Supracadd, Pryda menggunakan Pryda Roof, keduanya dari Australia.

Design rangka atap harus didukung oleh analisis perhitungan yang akurat serta memenuhi kaidah-kaidah teknis yang benar dalam perancangan standard batas design struktur baja cetak dingin (Limited state cold formed steel structure design) yang mengacu pada standar Australia.


Sumber : Tabloid Steelindonesia



Artikel Lainnya