Login | Registrasi

Tugas dan Tanggung Jawab Operator Crane

  • 12 Desember 2017
  • 10:47:24
  • 4
  • Lainnya

Dengan meningkatnya pembangunan dan teknologi dibidang konstruksi danĀ  industri, penggunaan pesawat angkat dan angkut merupakan bagian yang sudah tidak bisa dipisahkan.

Dengan meningkatnya pembangunan dan teknologi dibidang konstruksi dan  industri, penggunaan pesawat angkat dan angkut merupakan bagian yang sudah tidak bisa dipisahkan. Untuk itu, berdasarkan PER.09/MEN/VII/2010 jo PER.05/MEN/1985 perlu adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja setiap tenaga kerja yang melakukan pembuatan, pemasangan, pemakaian, persyaratan pesawat angkat dan angkut.

Lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah kartu tanda kewenangan seorang operator untuk mengoperasikan pesawat angkat dan angkut sesuai dengan jenis dan kualifikasinya atau secara umum masyarakat lebih mengenalnya dengan Surat Izin Operator (SIO) dan Surat Izin Alat Berat (SIA).

Operator crane dalam tugasnya harus dalam keadaan bugar dan fit, cukup tidur dan tidak dalam mengkonsumsi obat. Operator crane dilarang untuk minum sesuatu yang berakohol, atau dalam keadaan mabuk dikarnakan tugas dan tanggung jawab seorang operator crane sangatlah berat. Maka seorang yang ingin menjadi operator crane harus memenuhi syarat, lulus sertifikasi sebagai crane operator dan juga berpengalaman dalam mengoperasikan crane yang akan dioperasikan.

Beberapa tugas dan tanggung jawab operator crane:

  • Mengoperasikan jenis dan kapasitas crane sesuai dengan SIO yang dimiliki.
  • Dilarang meninggalkan kabin operator selama crane beroperasi.
  • Melakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadap kemampuan kerja crane.
  • Operator harus mengisi buku pemeriksaaan harian dan buku pengoperasian harian selama crane beroperasi.
  • Apabila ditemukan piranti keselamatan atau perlengkapannya tidak berfungsi, operator harus segera menghentikan crane-nya dan segera melapor kan pada atasannya.

Operator bertanggungjawab penuh terhadap crane yang dioperasikannya.

  • Melaporkan kepada atasan jika terjadi kerusakan atau gangguan-gangguan lain pada crane dan alat-alat perlengkapannya.
  • Mematuhi SOP perusahaan dan manufacture manual
  • Sebelum melakukan operasi pengangkatan maka operator crane harus memastikan semua sistem keselamatan kerja crane sudah diperiksa terlebih dahulu dan dikomunikasikan secara efektif dengan pihak-pihak yang terkait.
  • Melakukan perencanaan operasi pengangkatan, menseleksi, mengawasi dan memilih penggunaan crane dan alat bantu angkat yang sesuai untuk dipergunakan
  • Perawatan, pengujian dan pemeriksaan peralatan
  • Diawasi oleh personel yang sudah pernah di-training dan berkompensi serta mempunyai kewenangan yang cukup
  • Hanya merespon/memperhatikan aba-aba dari rigger yang telah ditugaskan.
  • Memastikan bahwa beban yang diangkat tidak melebihi kapasitas crane berdasarkan tabel beban (Load Chart).
  • Tetap menjaga keseimbangan beban untuk menghindari tergelincirnya tali kawat baja dari drum/winch hoist yang dapat mengakibatkan kerusakan tali kawat baja ataupun mengakibatkan pengangkatan crane menjadi tidak stabil.
  • Untuk menghindari beban kejut, hindari memulai dan menghentikan crane secara tiba-tiba.

 


Sumber : Tabloid Steelindonesia



Artikel Lainnya