Login | Registrasi

Presiden Ingin Tol Laut di Realisasikan

  • 26 Oktober 2016
  • 13:32:06
  • bintang
  • Statistik

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, konsep tol laut adalah konektivitas laut yang efektif berupa adanya kapal yang melayari secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, konsep tol laut adalah konektivitas laut yang efektif berupa adanya kapal yang melayari secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia. 

Program ini didukung dengan pembangunan 24 pelabuhan strategis pendukung tol laut. Terdiri dari 5 pelabuhan utama yakni Belawan (Medan), Kuala Tanjung (Batubara, Sumatera Utara), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar (Sulawesi Selatan),  dan Bitung (Sulawesi Utara). Ini ditambah 19 pelabuhan feeder antara lain Malahayati di Aceh, Batu Ampar di Batam, Teluk Bayur di Padang,  Jambi, Palembang, Panjang di Lampung, Tanjung Emas di Semarang, Pontianak, Sampit, Banjarmasin, Kariangau di Balikpapan, Palaran di Samarinda, Pantoloan di Sulawesi Tengah, Kendari, Tenau di Kupang, Ternate, Ambon, Sorong dan Jayapura.

Program ini juga dibarengi revitalisasi industri galangan kapal dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan permintaan kapal dalam negeri. Pembangunan tol laut diperkirakan menelan biaya investasi Rp 699,99 triliun.

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk terus memperhatikan realisasi tol laut. Ia mengharapkan pulau-pulau segera terkoneksi sehingga biaya logistik bisa turun.

"Sekali lagi, menjaga realisasi program tol laut, saya titip masalah prasarana dermaga dari barat ke timur, betul-betul diperhatikan kesiapannya, kemudian kesiapan kapal, sarana angkutan laut untuk penumpang maupun barang," ujar Presiden di Kemenhub, Jakarta.

Menurut Presiden, Indonesia tidak akan bisa bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara lainya di era Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) bila biaya transportasi dan logistik masih tinggi.

Pasalnya, minimnya infrastruktur ini telah membuat ketimpangan harga didaerah-daerah terutama yang berada di pegunungan Papua sangat tinggi sekali.

"Contohnya saja harga premium, disana itu Rp70 ribu per litter. Padahal idealnya kan Rp7 ribu per litter. Harga semen juga disana mahal sekali bisa sampai Rp1.5 juta sampai Rp2 juta per sak ini kan mahal sekali," ungkapnya.

Keuntungan tol laut

PT Jasa Marga Bali melaporkan Jalan Tol Laut Bali Mandara yang resmi beroperasi sejak 1 Oktober 2013 terus mengalami peningkatan pendapatan. Di tahun 2015, dari rencana target pendapatan tarif jalan tol 118 miliar rupiah, berhasil diperoleh pendapatan sebesar 122 miliar rupiah.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga Bali Tol Ahmad Tito Karim saat diterima Wakil Gubernur Ketut Sudikerta di ruang kerjanya, Kamis, 14 Januari 2016. “Komposisinya mobil 56 persen dan motor 44 persen,” ujarnya.

Pada tahun ini, Jalan Tol Bali Mandara direncanakan akan mencapai target pendapatan sebesar Rp 142 miliar, dengan memberlakukan tarif jalan tol untuk kendaraan Golongan I (Rp 11.000), Golongan II (Rp 16.500), Golongan III (Rp 22.000), Golongan IV (Rp 27.500), Golongan V (Rp 33.000) dan Golongan VI (Rp 4.500).

Ahmad menjelaskan pihaknya akan menerbitkan kartu elektronik multibank, yang bekerja sama dengan 4 bank kreditur (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BPD Bali). Dengan kartu ini transaksi dilakukan secara elektronik menggunakan sistem single card-reader.


Sumber : Tabloid Steel Indonesia



Berita Lainnya