Login | Registrasi

Perbankan Nasional Biayai Proyek Tol Becakayu

  • 26 Oktober 2016
  • 13:33:02
  • bintang
  • Statistik

Jalan tol ini dimulai pembangunannya pada tahun 1996 oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, namun terhenti dua tahun kemudian akibat krisis moneter yang melanda.

Jalan tol ini dimulai pembangunannya pada tahun 1996 oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, namun terhenti dua tahun kemudian akibat krisis moneter yang melanda.

Pekerjaan ruas tol Becakayu merupakan salah satu dari 24 ruas tol yang mangkrak pembangunannya sejak 1998 kini mulai dikerjakan kembali. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan peletakkan batu pertama (ground breaking) oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur.

Tol Becakayu memiliki panjang 21,04 km. Proses pembangunan tol ini terdiri dari dua seksi yaitu Seksi I (Kasablanka-Jaka Sampurna) dengan panjang 11 km dan Seksi II (Jaka Sampurna-Duren Jaya) dengan panjang 10,04 km. Proyek ini dilaksanakan selama 1095 hari dan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Panjang jalan tol Becakayu 10.500 meter dengan lebar 2 x 14,0 meter (2 jalur / 6 lajur) dan perkerasan jalan Flexible Pavement(ACWC) ini ditargetkan selesai pada tahun 2017.

Tujuan dilanjutkannya kembali pembangunan jalan tol becakayu dimaksudkan untuk memperlancar arus barang dan manusia. Karena banyak orang Bekasi yang bekerja di Jakarta. Banyak juga barang produksi kawasan industri di Bekasi yang jadi konsumsi di Jakarta. Jadi harapannya, yang tinggal di Bekasi tidak pindah ke Jakarta, juga kawasan-kawasan industri di Bekasi punya akses yang lebih lancar dalam mengirim barang ke Jakarta.

Jalan Tol Becakayu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek, dari timur terutama di Jalan Raya Kalimalang. Menteri PU mengajak Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya untuk mendukung program pembangunan jalan tol.

Total investasi di tol Becakayu mencapai Rp 7,2 triliun. Pembiayaan dalam proyek ini ditopang oleh  PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan cara menyalurkan kredit sindikasi dengan nilai kredit lebih dari Rp 5 triliun. Hal ini merupakan salah satu buktikan dukungan dari dunia perbankan kepada Waskita Group untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Tol Becakayu tersebut.

Pembiayaan dilakukan dalam 2 tahap. Pada tahap kontruksi proyek jalan tol, pembiayaan diberikan dalam bentuk kredit modal kerja kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Beton Precast selaku turn key contractor masing-masing sebesar Rp 735,6 Milyar dan Rp 1,70 triliun. Pada tahap proyek jalan tol beroperasi, pembiayaan diberikan dalam bentuk kredit investasi sebesar Rp 3,49 triliun kepada PT Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku investor dan operator tol yang saat ini 60% sahamnya dikuasai PT Waskita Toll Road. BNI dan BRI bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger (MLA). Adapun Agen Fasilitas dan Agen Penampungan juga ditangani oleh BNI. Sedangkan BRI bertindak sebagai Agen Jaminan.

Direktur Keuangan BNI Rico Budidarmo mengungkapkan, penyaluran kredit pada proyek pembangunan Jalan Tol Becakayu ini merupakan upaya yang dilakukan BNI untuk mengoptimal fungsi intermediari perbankan nasional. BNI sendiri telah menegaskan akan mendukung program-program pembangunan negara, terutama pada bidang energi, industri, dan infrastruktur. Infrastruktur merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi fokus ekspansi kredit BNI pada segmen Bisnis Banking.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur BRI, Mohammad Irfan bahwa dukungan ini merupakan upaya nyata dunia perbankan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Melalui pembangunan jalan tol yang dilakukan secara sinergi ini, BRI berharap dapat mempercepat pertumbuhan bisnis dari berbagai sektor khususnya usaha mikro dan kecil di wilayah Jabodetabek.

Selain dukungan dari perbankan, pembangunan jalan tol Becakayu ini pun mendapat support dari pabrik beton PT Waskita Beton Precast (WBP) selaku anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Di proyek ini WBP menyediakan Jasa Pengadaan Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Becakayu dengan 10 (sepuluh) item pekerjaan, terdiri dari mobilisasi (0,08%), Box Culvert (0,03%), Pipa Gorong-gorong (0,01%), U-ditch (1,93%), Perkerasan Beton (0,86%), Ready Mix (12,13%), Baja Tulangan (17,80%), Girder (30,89%), Tiang Pancang (13,19), dan Struktur Baja (23,08). Total nilai kontrak yang diperoleh WBP di proyek ini sebesar Rp 3,04 miliar.


Sumber : Tabloid Steel Indonesia



Berita Lainnya