Login | Registrasi

Investasi Cetak Angka Tertinggi

  • 26 Oktober 2016
  • 13:35:54
  • bintang
  • Statistik

Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) membukukan kenaikan nilai investasi mencapai Rp 124,6 triliun pada kuartal I 2015. ‎Jumlah ini mencetak rekor tertinggi untuk realisasi investasi secara triwulan atau tiga bulanan.

Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) membukukan kenaikan nilai investasi mencapai Rp 124,6 triliun pada kuartal I 2015. ‎Jumlah ini mencetak rekor tertinggi untuk realisasi investasi secara triwulan atau tiga bulanan.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengungkapkan, nilai investasi periode Januari-Maret 2015 sebesar Rp 124,6 triliun mengalami peningkatan dibanding kuartal I 2014 sebesar Rp 106,6 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 24 persen terhadap target investasi Rp 519,5 persen sampai akhir tahun ini.

"Terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri ‎(PMDN) Rp 42,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 82,1 triliun," ujar Franky saat Konferensi Pers Realisasi Penanaman Modal Triwulan I di Hotel Shangrila, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dari sisi sektor, kata Franky, investasi yang masuk ke Indonesia sesuai arah kebijakan pemerintah. Antara lain sektor pertambangan (bukan penambang tapi terintegrasi dengan pengolahan) senilai Rp 15 triliun, industri makanan mendulang nilai investasi tertinggi kedua sebesar Rp 12,8 triliun.

Di samping itu, industri listrik, gas dan air senilai Rp 11,7 triliun, tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp 11,3 triliun serta industri logam dasar dan barang logam elektronik sebesar Rp 10,8 triliun.

Sementara Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis menambahkan, realisasi investasi kuartal I 2015 merupakan yang tertinggi dibanding kuartal atau tiba bulanan sebelumnya.  

 

"‎Nilai investasi kita mencapai di atas Rp 100 triliun pada kuartal III 2013 sebesar Rp 100,5 triliun. Angkanya selalu naik, dan tidak pernah di bawah nilai Rp 100 triliun. Di kuartal IV 2014 saja Rp 120,4 triliun, lalu di kuartal III 2014 sebesar Rp 119 triliun, kuartal II Rp 116 triliun dan pada kuartal I 2014 sebesar Rp 106,6 triliun," tegas dia


Sumber : Tabloid Steel Indonesia



Berita Lainnya