Login | Registrasi

Pembangunan Kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL) Dimulai Tahun Ini

  • 13 Desember 2016
  • 23:01:28
  • dedipe
  • Lainnya

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR) terus menganalisis pembangunan Kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL).

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR) terus menganalisis pembangunan Kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL).

"Kami saat ini tengah melakukan studi terhadap ukuran kanal dan ukuran peti kemas yang bisa diangkut melewati kanal itu," kata Kepala BPIW, Hermanto Dardak.

Proyek ini bertujuan mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok dan diperkirakan akan menghabiskan dana mencapai Rp 3,5 triliun.

"Pemanfaatannya akan kita maksimalkan untuk lalu lintas intermoda yang mampu meningkatkan daya saing logistik, angkutan mulai dari produksi primer ke kawasan-kawasan industri dan selanjutnya ke outlet-outlet pelabuhan," jelas Hermanto.

Kanal CBL digagas oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), Konsep Kanal CBL nantinya yang akan menjadi satu dengan pelabuhan darat (dry port) Cikarang. Untuk dry port menurut Hermanto sedang dalam pembangunan jalan akses menuju pintu tol yang ada di Cikarang.

"Titik mulanya yang jelas ada di Cikarang dan ada rencana buat diperpanjang hulunya yang menuju ke laut," tambahnya.

PT Pelindo II (Persero) melanjutkan rencana membangun proyek transportasi kontainer berbasis kanal atau sungai (waterway), yang memanfaatkan kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL) sepanjang 40 kilometer (km) di Bekasi, Jawa Barat.

Saat ini prosesnya tengah menanti persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebelum dilakukan pengerukan dan pelebaran daerah aliran sungai menjadi 50-100 meter, agar bisa dilalui kapal-kapal tongkang pengangkut kontainer.

Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, mengatakan pihaknya membuka kemungkinan untuk bekerjasama dengan pihak lain untuk proyek ini.

"Kita tahap finalisasi untuk memastikan apakah sendirian atau mencari partner. Tapi nggak tertutup kemungkinan kita cari experience (pengalaman) berbagai negara," ujar Elvyn.

Keterlibatan pihak lain sebagai partner strategis terutama yang berasal dari luar negeri diperlukan, lantaran penggarapan infrastruktur semacam ini merupakan hal baru di Indonesia.

"Karena pengalaman baru, melalui kanal itu. Jadi sekarang di internal mendalami, kan prioritas juga," kata dia.

Sekedar informasi, ide ini sendiri sebenarnya berasal dari pertemuan antara Direktur Utama IPC terdahulu RJ Lino bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Presiden Joko Widodo pada Februari 2015.

Rencananya, Kanal CBL akan dimulai pembangunannya pada tahun ini dan ditargetkan rampung pada 2018.


Sumber : Tabloid Steelindonesia



Berita Lainnya