Login | Registrasi

APBN dan APBD Bersatu Dalam Proyek Jembatan Batulicin - Kotabaru

  • 13 Desember 2016
  • 23:06:19
  • dedipe
  • Finansial

Jembatan penghubungan pulau utama Kalimantan di Kabupaten Tanah Bumbu dengan Pulau Laut, Kabupaten Kota Baru. Jembatan ini juga di gadang-gadang akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Jembatan penghubungan pulau utama Kalimantan di Kabupaten Tanah Bumbu dengan Pulau Laut, Kabupaten Kota Baru. Jembatan ini juga di gadang-gadang akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Pembangunan jembatan ditargetkan rampung pada 2019. Jembatan ini juga rencananya akan dijadikan landmark sebagai Provinsi Kalimantan Selatan.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah percepatan pengembangan kawasan potensial di bagian Selatan dari Provinsi Kalimantan Selatan. Jembatan penghubung ini merupakan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. 

Anggaran dalam pembangunan mega proyek tersebut akan menelan dana sekitar Rp 3,6 triliun, dengan tahap awal dengan pencairan dana sekitar Rp 47 miliar.

Dana yang digunakan dalam pembangunan tersebut terdiri dari dana patungan APBN, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan serta APBD Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Sekretaris Daerah Kotabaru Suriansyah  mengatakan, biaya pembangunan jembatan Pulaulaut Kotabaru dengan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, yang besarnya diproyeksikan Rp 3,6 triliun dapat didanai pemerintah pusat.

"Tetapi untuk mempercepat mewujudkan pembangunan jembatan tersebut, antara pemerintah daerah, Kabupaten Kotabaru, dan Tanah Bumbu, serta Pemprov Kalsel dapat menyiapkan melalui APBD masing-masing," terangnya.

Beliau menjelaskan, Pemkab Tanah Bumbu diharapkan mengalokasikan dana Rp 500 miliar dari Rp 3,6 triliun, tetapi informasi terakhir kabupaten tetangga itu siap mengalokasikan dana Rp 250 miliar untuk mendukung pembangunan jembatan tersebut.

Sedangkan Pemkab Kotabaru dan Pemprov Kalsel masing-masing sekitar Rp 500 miliar, dan sisanya diharapkan ditanggung pemerintah pusat.

Pembangunan jembatan dengan panjang 6,4 kilometer yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, tahap awal pekerjaan dilakukan "Pile Slab" dengan target penanganan 75 meter dengan nilai kontrak mencapai Rp 43,5 miliar.

Struktur pembangunan jembatan utama sebagai perlintasan kapal yang lewat di bawah jembatan tersebut ketinggian 40 meter dari permukaan laut dan panjang Main Span mencapai 700 meter.

Proyek pembangunan jembatan penghubung Pulaulaut Kotabaru dengan daratan Kalimantan di Tanahbumbu terus berlangsung. Bahkan, saat ini PT Adhi Karya selaku kontraktor sudah memulai pemasangan tiang pancang. Pemasangan tiang pancang dimulai pada bulan November 2015 di awali dari wilayah Tanah Bumbu.

Dalam masa pengerjaan proyek ini titik jembatan yang menghubungkan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, dengan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan digeser. Tujuan dari pengeseran ini dimaksudkan agar jembatan memiliki nilai estetika atau keindaan bagi yang melihatnya.

Jembatan tersebut digeser sekitar empat puluh lima meter ke arah Batu Cincin, enam meter ke arah kiri dari arah pelabuhan kapal feri Tanjung Serdang. Penggeseran ini sesuai dengan permintaan dari Kepala Dinas Pekerjaaan Umum Kalimantan Selatan.

Untuk kedepannya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mewacanakan pungutan layaknya jalan tol bagi yang melintas jembatan Kotabaru, seperti yang diterapkan pada jembatan Suramadu, di Jawa Timur.

Wacana ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Menurut Martinus selaku Kepala Dinas Pekrjaaan Umum Provinsi Kalimantan Selatan, berdalih hasil pungutan ini digunakan sebagai biaya perawatan jembatan dan besarnya tarif yang diberlakuakan untuk semua jenis kendaraan yang melintas. sedangkan besarnya tarif akan diatur kemudian setelah jembatan rampung dan diresmikan.

Wacana pemberlakuan tarif tol di jembatan tersebut, mendapat dukungan anggota Komisi III DPRD Kalsel, agar biaya perawatan fisik tidak lagi membebani APBD dan APBN.


Sumber : Tabloid Steelindonesia



Berita Lainnya