Login | Registrasi

Industri Baja Hilir Butuh Bahan Baku Kualitas Lebih Tinggi dari Buatan Lokal

  • 24 Januari 2017
  • 11:12:42
  • dedipe
  • Lainnya

Pelaku industri baja hilir keberatan terhadap permintaan anti dumping wire rod oleh pengusaha di hulu karena membutuhkan baja kualitas di atas yang diproduksi di dalam negeri.

Pelaku industri baja hilir keberatan terhadap permintaan anti dumping wire rod oleh pengusaha di hulu karena membutuhkan baja kualitas di atas yang diproduksi di dalam negeri.

Sekretaris Gabungan Industri Produk Kawat Baja Indonesia (GIBKABI) Hartarto Ciputra mengatakan industri baja hilir masih membutuhkan produk baja yang diproduksi oleh pengusaha di level hulu dengan kualitas yang lebih tinggi dari kemampuan baja dalam negeri.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut, Kementerian Perindustrian telah membentuk tim pemantau kemampuan pasok industri wire rod. Tim tersebut dimaksudkan untuk mencari solusi yang menguntungkan baik bagi pihak hulu maupun hilir.

“Memang ada beberapa industri dalam negeri yang sudah bisa pakai bahan lokal, misal paku dan wire mash. Yang jadi kendala adalah kami membutuhkan bahan baku kualitas lebih tinggi seperti untuk memproduksi baut,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Minggu (13/1).

Sebelumnya, pengusaha baja di level hulu menyatakan kekhawatirannya terhadap makin derasnya impor wire rod yang dapat mengganggu ketahanan industri dalam negeri. Untuk itu, industri level hulu meminta pemerintah mau menerapkan anti dumping bagi wire rod.

Berdasarkan data Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), kapasitas wire rod industri dalam negeri mencapai 2,5 juta ton per tahun dengan utilitas produksi sebesar 800.000 ton. Adapun impor sudah mencapai 600.000 ton.

Di samping itu, dia juga mengklaim billet China yang diimpor oleh kebanyakan industri hulu adalah billet dengan harga termurah dan kualitas yang di bawah standar.

“Padahal beberapa pengguna khususnya otomotif membutuhkan wire rod kualitas tinggi untuk membuat pit wire yang dimanfaatkan oleh industri ban mobil. Pit wire membutuhkan dokumen rekam jejak sehingga standarnya tinggi, sedangkan mereka impor billet yang kualitasnya gado-gado,” katanya.

Dengan adanya aturan yang baru terkait impor baja, yaitu Permenperin No.86/2016 tentang Pertimbangan Teknis Impor Besi atau Baja, Baja Paduan, dan Produk Turunannya dapat diterapkan dengan baik sehingga memberikan pilihan bagi industri hilir.


Sumber : industri.bisnis.com



Berita Lainnya