Login | Registrasi

Kenaikan Produksi Baja China Bakal Picu Protes

  • 30 Januari 2017
  • 14:41:41
  • dedipe
  • Lainnya

Produksi baja China tercatat terus merangkak naik, sementara konsumsinya terus turun. Hal itu akan memicu protes dari banyak pengusaha dari belahan dunia akibat kekhawatiran terhadap gempuran impor harga unfair.

Produksi baja China tercatat terus merangkak naik, sementara konsumsinya terus turun. Hal itu akan memicu protes dari banyak pengusaha dari belahan dunia akibat kekhawatiran terhadap gempuran impor harga unfair.

Data Asosiasi Baja Dunia (Worldsteel) menunjukkan produksi baja mentah atau crude steel China naik sekitar 1,2% atau menjadi 808,4 juta ton di sepanjang 2016 lalu jika dibandingkan dengan 2015.

Pada waktu yang sama, konsumsi baja di China terus anjlok sejak 2014 dan diprediksi terus berlanjut hingga tahun ini. Konsumsi diperkirakan turun sekitar 3% menjadi 626 juta ton pada 2017.

International Relations Director Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Purwono Widodo meyakini hal ini akan mengundang protes dari banyak negara yang mempertanyakan komitmen China dalam menghadapi over supply baja dunia.

“Kalau data tersebut betul, harusnya produksi baja China pada 2016 lebih rendah dari 2015. Kan janjinya mengurangi produksi 100 juta - 150 juta ton dalam 5 tahun,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com pada  Minggu (29/1/2017).

Dengan kebutuhan baja dalam negeri yang diperkirakan terus naik menjadi 70 kilogram per kapita, dia khawatir Indonesia jadi sasaran empuk bagi China untuk mengekspor bajanya sehingga produsen lokal terganggu.

“Kelebihan pasokan dunia akan sangat tergantung oleh China, ditambah konsumsi domestik yang tidak meningkat,” ungkapnya.

Sebelumnya, data South East Asia Iron and Steel Institute menunjukkan Indonesia menjadi negara terbesar untuk pendaratan baja China di Asia Tenggara. Ekspor China meroket hingga 42% atau 3,8 juta ton pada periode Januari-Agustus 2016.

Jenis baja yang diekspor paling banyak berasal dari baja konstruksi dengan volume sebesar 2,5 juta ton, sementara konsumsi hanya sekitar 2,2 juta ton dengan kapasitas nasional sekitar 6 juta ton .

Dalam data yang sama ditunjukkan bahwa total produksi pabrik baja di Asia naik 1,6% menjadi 1,125 juta ton pada 2016 dengan produksi dominan dari China dengan porsi 49,6% produksi global.

Jepang dan Korea Selatan mengalami penurunan produksi menjadi 0,3% dan 1,6%, tetapi India sebagai produsen terbesar ketiga mengerek produksinya hingga7,4% menjadi 95,6 juta ton. Alhasil, total produksi baja global naik 0,8% atau 1,6 miliar ton pada 2016.


Sumber : industri.bisnis.com



Berita Lainnya