Login | Registrasi

Jawa Tengah Siap Percepat Proyek Jalan, Pelabuhan Hingga Bandara

  • 01 Maret 2017
  • 17:44:10
  • dedipe
  • Lainnya

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan dan pengembangan bandara yang secara geografis ada di wilayah kerjanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan dan pengembangan bandara yang secara geografis ada di wilayah kerjanya.

Hal tersebut diungkapkan Ganjar usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Jawa Tengah.

"Evaluasinya sebenarnya proyek strategis nasional yang diminta untuk dipercepat di Jateng," kata Ganjar di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Ganjar menyebutkan, untuk percepatan pembangunan jalan harus segera diselesaikan, seperti jalan tol Trans Jawa khususnya di Jawa Tengah, targetnya sampai Lebaran 2017 sudah fungsional.

Untuk percepatan, kata Ganjar, Pemprov Jawa Tengah akan memberi dukungan dalam bentuk percepatan proses pembebasan tanah yang diperlukan untuk pembangunan.

"Kita meminta mestinya antar negara jauh lebih gampang. Sehingga kita bisa melakukan speed up untuk itu," tambahnya.

Untuk pelabuhan, Ganjar menuturkan sudah menyiapkan pembangunan infrastruktur baik di Pelabuhan Tanjung Emas dan juga di Kawasan Kendal, sehingga dua kawasan tersebut terintegrasi.

Begitu juga, lanjut Ganjar, dengan pengembangan Bandara Ahmad Yani yang akan terintegrasi dengan jalur kereta api. Di mana, jalur kereta wilayah itu juga akan menopang kawasan pariwisata di Jawa Tengah.

"Ini tadi yang disampaikan kepada kita, lalu infrastruktur yang berkaitan dengan waduk yang kita bereskan, termasuk energi," ujarnya.

Ganjar menyebutkan, pembahasan sektor energi menjadi sektor yang didiskusikan cukup tegang. Pembahasannya mengenai penggunaan energi konvensional atau energi baru terbarukan (EBT). Di Jawa Tengah sendiri sudah banyak yang mengembangkan energi geothermal, hanya saja masih terkendala oleh izin.

Meski sudah mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo mengenai percepatan proyek strategis di Jawa Tengah. Ganjar mengaku masih ada beberapa kendala, salah satunya adalah pembebasan lahan.

"Kalau yang kaya infrastruktur kaya jalan itu lahan itu yang paling membutuhkan energi untuk bernegosiasi, berdiskusi dan menjelaskan. Selebihnya beberapa regulasi yang membikin lama memang harus kita pangkas," ungkapnya.

Hanya saja, jika persoalan lahan milih perusahaan negara dalam hal ini BUMN, diharapkan bisa diselesaikan dengan cepat. Salah satunya pembebasan lahan Perhutani yang masih negosiasi dengan Kementerian PUPR.

"Ya kita lapor ke Bu Menteri BUMN agar dipanggil saja. Kalau price-nya sesuai ya sudah di bayar saja kan kita tidak bisa menaik-naikkan, NJOP-nya jelas," tandasnya.


Sumber : finance.detik.com



Berita Lainnya