Login | Registrasi

Seminar dan Temu usaha Nasional Industri Baja dan Jasa Konstruksi 2018

  • 04 April 2018
  • 14:13:07
  • 4
  • Lainnya

Steelindonesia kembali mengadakan acara bertajuk Seminar dan Temu usaha Nasional Industri Baja dan Jasa Konstruksi 2018 yang bertempat di Birawa Assembly Hall Bidakara Hotel.

Steelindonesia kembali mengadakan acara bertajuk Seminar dan Temu usaha Nasional Industri Baja dan Jasa Konstruksi 2018 yang bertempat di Birawa Assembly Hall Bidakara Hotel.

Acara yang dihadiri oleh seluruh pelaku industri baja dan konstruksi menghadirkan lebih dari 300 tamu undangan.

Acara berlangsung dari pagi hari pukul 09.00-17.00 dibuka sambutan oleh Ir Singgih Wasesa (CEO Steelindonesia Institute), H. M. Alwi Hamu (dewan pembina AMBI) dan Jenderal TNI (purn) Dr. H. Wiranto, SH. Kemudian dilanjutkan pemukulan gong tanda dimulainya acara oleh Wiranto. 

"Saya memyampaikan terima kasih dan terhormat dapat diundang. Ya, sebenarnya saya tidak mau masuk wilayah orang lain. Lalu, dijelaskan visi dan misi asosiasi masyarakat baja Indonesia, saya putuskan hadir pagi hari ini," kata Wiranto di sela-sela sambutannya. Wiranto merasa, hari ini ia sedang berhadapan dengan kelompok garis keras. Namun, bukan kelompok garis keras secara ideologi, melainkan kelompok garis keras dari pelaku industri baja seluruh Indonesia. "Saya berhadapan dengan kelompok garis keras, bukan ideologinya, melainkan produksinya keras karena baja. Kalau saya hadir di asosiasi perusahaan roti, saya bertemu masyarakat garis lembek. Ha-ha-ha," ujar Wiranto disambut gelak tawa peserta.

Isi acara ini antara lain talkshow yang diisi pemaparan oleh Dr. Ir. H Syarif Burhanuddin, M.Eng (Dirjen Bina Konstruksi Kemen PUPR), Ir. I Gusti Putu Suryawirawan (Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasinal), Prof. Dr. Bambang Prasetyo (Kepala Badan Standardisasi Nasional), Heldy Satrya Putera, SE (Direktur Infrastruktur Badan Koordinasi Penanaman Modal), Ir. Ruslan Rivai, MM (Ketua Umum LPJK), Mas Wirgantoro Roes Setiyadi (Chairman IISIA), Ir. Akhmad Suraji, MT, Ph.D, IPM (Peneliti Industri Konstruksi), Prof. Dr. Manlian R. A Simanjuntak, ST, MT, D.Min (Guru Besar Manajemen Konstruksi Indonesia UPH) yang dipandu oleh Dedy “Miing” Gumelar.

Acara ini juga menghadirkan beberapa exhibitor yang memamerkan produk dari masing masing perusahaan.

Poin poin temu usaha

1. Pak Wiranto :

Melihat data yang ada, sumber dan cadangan mineral besi sangat besar. Kalau dimanfaatkan dengan baik sangat potensial untuk menunjang perekonomian nasional, infrastruktur, industri manufaktur dan memperkokoh ketahanan nasional melalui alutsista buat produk dalam negeri.

2.  Pak Bambang :

- Perlindungan kepada produsen industri baja, konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja konstruksi

- Meningkatkan jaminan mutu terhadap produk baja

- Kepastian transaksi dalam/luar negeri

3. Pak Syarif :

- Industri baja nasional harus mampu memproduksi/memenuhi kebutuhan baja konstruksi

- Pembatasan impor baja

- Penerapan TKDN dan P3DN

4. Pak Putu :

- Menstabilkan tekanan industri baja di hulu

- Mengatasi tekanan global

- Mengontrol keberpihakan

5. Pak Heldy :

- Tingkat investasi industri logam terbesar ke-2 19,76 % (capex)

- Tingginya konsumsi baja di sektor infrastruktur

- Industri baja menjadi program pendorong investasi

6. Pak Ruslan :

- Meningkatkan mutu terhadap pelaku jasa konstruksi dan pengembangan industri konstruksi di Asia

- Meningkatkan mobilisasi tenaga ahli dan terampil

- Terintegrasinya sistem informasi konstruksi

7. Pak Mas :

Diperlukan sinkronisasi regulasi antar kementerian agar dapat memberikan pengamanan industri baja nasional sesuai amanat UU Perindustrian no 3/2014

8. Pak Suraji :

Membentuk Masyarakat Konstruksi Indonesia

9. Pak Manlian :

K3 menjadi K4 (keamanan, keselamatan, kesehatan, keberlanjutan)


Sumber : Tabloid Steelindonesia



Berita Lainnya